Home » ARTIKEL » BELAJAR MEMBUAT BATIK » Mengenal Batik Cap

Mengenal Batik Cap


Kategori : BELAJAR MEMBUAT BATIK
Dilihat : 857

Harga : Rp
Stok : MASIH ADA
Order Sekarang Juga !!!
Ketik: KodeBarang, Ukuran, Nama, AlamatLengkap
Kirim ke:
SMS : 081380976020
BBM : 5951B5D3
Email : batiksaga@gmail.com
Mengenal Batik Cap
Mengenal Batik Cap

Salah satu hasil dari jenis proses produksi batik adalah “Batik Cap”. Dari sisi proses sebetulnya mirip dengan batik tulis yaitu sama sama menggunakan lilin (malam) dalam membuat pola pola batiknya. Jika batik tulis menggunakan Teknik Canting maka Teknik Cap yang dimaksud di sini menyerupai seperti stempel, bahan dari stempel (cap) ini khusus terbuat dari tembaga dengan dimensi rata-rata berukuran 20cm X 20cm.

Ciri-ciri batik cap :
– Warna batik kedua belah sisi kain adalah sama
– Motif tidak terlalu detail, namun pola polanya lebih rapi dibandingkan batik tulis
– Jika masih baru dan dicium akan berbau lilin (malam)
– Dari segi harga lebih murah dibandingkan batik tulis asli

Proses Pembuatan :

– Kain mori/katun diletakkan di atas meja datar yang telah diberi alas/lapisan dari bahan yang empuk
– Malam (lilin) direbus hingga mencair dengan suhu dijaga sekitar 60 s/d 70 derajat Celcius
– Masukan Cap kedalam cairan malam tersebut (kurang lebih 2 cm bagian bawah cap tercelup dengan cairan malam)
– Kemudian di-cap-kan (di-stempel-kan) dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi
– Biarkan cairan malam meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori
– Bila proses penge-cap-an selesai, selanjutnya kain mori tersebut dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ke dalam bak/tangki yang berisi warna yang diinginkan
– Fungsi dari malam yang menutup pori2 kain mori adalah agar warna tidak masuk ke area yang sudah di beri malam/lilin menggunakan cap tadi.
– Proses berikutnya adalah menghilangkan berkas motif cairan malam melalui proses penggodogan/perebusan, sehingga akan nampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.
– Untuk kombinasi pewarnaan, maka prosesnya harus dimulai lagi dari proses penge-cap-an cairan malam – pewarnaan – penggodogan lagi, sehingga diperlukan proses berulang untuk setiap warna.
– Hal yang menarik dari batik cap adalah pada saat proses perkawinan warna, karena permukaan kain mori yang telah diwarna sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, hal ini perlu keahlian khusus.
– Oleh karena proses pewarnaan yang berulang-ulang dan menyeluruh pada setiap pori-pori kain mori, maka warna pada batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan batik yang lain.
– Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda. Selanjutnya proses pengeringan dengan cara dijemur namun hindarkan dari terkena sinar matahari langsung, hal ini untuk menjaga kualitas warna dari batik tersebut.

Produk Lainnya