Home » ARTIKEL » BELAJAR MEMBUAT BATIK » Langkah Sederhana Membuat Batik

Langkah Sederhana Membuat Batik


Kategori : BELAJAR MEMBUAT BATIK
Dilihat : 7044

Harga : Rp
Stok : MASIH ADA
Order Sekarang Juga !!!
Ketik: KodeBarang, Ukuran, Nama, AlamatLengkap
Kirim ke:
SMS : 081380976020
BBM : 5951B5D3
Email : batiksaga@gmail.com
Langkah Sederhana Membuat Batik
Langkah Sederhana Membuat Batik

I. Proses design
Langkah awal dalam membuat batik adalah design motif dan pola-pola batik yang diinginkan diatas kain dengan menggunakan pensil. Penggunaan pensil ini dimaksudkan agar dapat dengan mudah dihapus bila terjadi kesalahan, untuk motif-motif tertentu dan agar terjadi keseragaman biasanya digunakan pula kertas karton yang dibentuk sesuai pola-pola yang diinginkan kemudian dipergunakan untuk membuat pola dalam kain.


Batik Tulis
Setelah motif atau pola-pola batik selesai dikerjakan pada kain, kemudian pola-pola tadi di timpa dengan malam (lilin), lilin harus dipanaskan terlebih darhulu agar mencair dengan mempergunakan wajan. Setelah mencair lilin tersebut dimasukan kedalam canting dan dipergunakan untuk menggambar. Kegunaan lilin ini adalah untuk menutupi agar pada saat pewarnaan bagian yang tertutup dengan lilin tidak terkena warna yang tidak diinginkan. Proses ini harus hati-hati sekali, karena lilin tidak boleh mblobor (melebar ke kain), bila hal ini terjadi maka harus dibersihan dengan mengunakan besi/tembaga yang dipanaskan atau menggunakan kain/spon yang telah di celup kedalam air yang mendidih.


Batik Cap
Proses yang lebih mudah dari Batik tulis adalah dengan menggunakan cap. sama juga halnya dengan batik tulis lilin harus di cairkan dahulu, kemudian baru di cap ke kain. Proses penggunaan cap ini harus hati-hati agar pola atau garis yang satu dengan yang lain saling berhubungan


Pewarnaan
Setalah proses membatik baik dengan tulis maupun cap, kemudian dilakukan proses pewarnaan. Proses ini dengan cara mencelupkan kain yang telah dilapisi dengan lilin tersebut diatas kedalam bak yang berisi pewarna. Agar kualitas warna baik dan awet, proses pewarnaan harus dilakukan dengan air hangat sehingga warna dapat menyerap ke dalam pori-pori batik Proses ini baru membentuk warna dasar batik. Untuk memberikan warna pada pola-pola yang diinginkan, maka proses selanjunya adalah melepas lilin yang menempel pada kain yang telah diberi warna dasar. Proses pelepasan lilin dan pewarnaan ini biasanya disebut dengan proses nglorot. Proses pelepasan lilin dilakukan dengan air mendidih (biasanya pembakarannnya dengan menggunakan kayu), kemudian kain batik dicelup-celupkan ke dalam air mendidih tadi sampai seluruh lilin mengelupas. Setelah lilin mengelupas, maka pola-pola batik yang terbentuk dapat di isi warna.
 
Pengeringan
Proses pengeringan batik dilakukan dengan cara di angin-anginkan (hindari pengeringan langsung dari cahaya matahari (Batik tulis), karena hal ini akan mengakibatkan warna menjadi pudar. Setelah kering kain Batik di haluskan dengan cara di “kemplong” yaitu kain Batik di pukul-pukul dengan menggunakan kayu yang bentuknya lonjong (bulat telur namun kearah persegi).

Produk Lainnya